PEDAGOGIKA
Pasal 1
Judul : Sifat Pedagogik
Inti : 1. Pengertian Pedagogik
2. Perbedaan ilmu praktis dan ilmu teoritis
3. Sejarah Pedagogik
Uraian :
1. Pengertian Pedagogik
Pedagogik atau ilmu mendidik adalah suatu ilmu yang bukan saja menelaah objeknya untuk mengetahui betapa keadaan objek itu, melainkan mempelajari juga tindakannya. IImu mendidik disebut juga seperti sifatnya yaitu “ilmu praktis”. Tetapi walaupun demikian ilmu mendidik dapat dibedakan yaitu antara ilmu mendidik teoritis dan ilmu mendidik praktis.
2. Perbedaan ilmu teoritis dan ilmu praktis :
a. Pemikiran tertuju pada persoalan penyusunan persoalan dan pengetahuan sekitar pendidikan secara ilmiah.
b. Pikiran tertuju pada cara-cara bertindak.
Ilmu Praktis
Pedagogik praktis menempatkan dirinya dalam situasi pendidikan dan tertuju pada pelaksanaan realisasi dari cita (ideal) yang tersusun dalam ilmu mendidik teoritis.
Sekalipun pedagogik itu sebagai keseluruhan merupakan ilmu praktis, namun dijelaskan pu;a aspeknya yang mengenai teori dan yang ditunjukan pada tindakannya.
Ilmu Teoritis
Ilmu mendidik sistematis menurut sifatnya selalu teoritis. Oleh karena itu, sistematis dan teoritis sebenar nya dapat dipakai menyatakan maksud yang sama tetapi, peddagogik historis mempunyai arti yang lebih luas dari pada sitematis.
Mempelajari pedagoik history merupakan suatu tuntutan ilmiah bagi ilmu mendidik, persoalan pedagogis yang dihadapinya yang muncul pada masa ini, ialah juga persoalan mendidik. Sarjana pendidikan yang hidup dalam zaman yang cederung pada kolektivisme, yang tentunya akan mencari alat-alat teoritis dan praktis untuk membuka kerumunan yang sama bagi semua anak menrima pengajaran, akan berusaha juga mencari jalan untuk memeperkecil akibat perbedaan alam sekitar yang menyebabkan diproposisi yang berbeda-beda. Tetapi bila sarjana demikian meneliti sejarah dan bila ia tidak menyampingkan begitu saja pendapat orang yang berbeda pendiriannya dengan dia, maka akan tertariklah perhatiannya oleh buah pemikiran sarjana pendidikan dari aliran stoa.
Setiap ahli pendidikan sekalipun ia menganggap pedagogik epiktetos itu masih amat jauh dari sempurna, atau menganggapnya suatu tafsiran cita-cita pendidikan yang amat berbeda daripada yang dianutnya sendiri diperingatkan oleh epiktetos : awas dengan istilah “sama”. Kemungkinan yang sama itu akan mungkin menimbulkan kesamaan yang keras dan mengakibatkan ketidakadilan. Kolektivitas yang kita maksud dalam pendidikannya, epiktetos demikian pula. Oleh karena itu keduanya harus bertukar fikiran. Sejarah harus berbicara, tetapi dari sendirinya ia akan tetap diam. Kita yang harus meyelidikinya. Bila dibuat demikian, sejarah akan berbicara kepada kita.
Untuk mengetahui, apa yang akan dituntut dari sejarah, untuk mengetahui kemajua apa yang dicapai oleh seorang pendidikan dan apa pula arti orang itu bagi kita, maka sudahlah sewajarnya kalau kita menguasai suatu sistem pendidikan sebagai ilmu.
Oleh karena itu, maka tak mungkin mempelajari pedagogik historis tanpa pedagogik sitematis, walaupun benar bahwa pedagogik sistematis itu semakin terbuka untuk persoalan-persoalan baru apabila pintunya terbukauntuk pedagogik historis. Dengan demikian dapat dikatakan pedagogik sitematis dan historis mempengaruhi, walaupun yang sistematis secara logis menduduki tempat primair, yang berarti pedagogik sistematis harus didahulukan mempelajarinya untuk memungkinkan mempelajari pedagogik historis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar